Rabu, 15 Juli 2009

Boneka buat Ana (sambungan)

Pagi itu seperti biasa Ana mengamen didekat perempatan jalan saat lampu merah. Suara kecilnya segera mengalun begitu ia memasuki metro mini. Ia menyanyi dengan riang sesuai dengan irama lagunya. Setelah selesai iapun menyodorkan bekas kantung permen untuk meminta sumbangan uang dari para penumpang. Tiba dibagian belakang ia melihat seorang anak yang duduk sendiri disudut bangku. Anak itu menunduk dan terus memegangi perutnya seraya meringis seolah menahan sakit.

Ana mendekati anak perempuan tersebut dan berusaha menyapanya, "Kamu kenapa? sakit ya?", tanya Ana. Anak itu menoleh sedikit ke arah Ana dan kembali meringis. Ana mengenali anak itu adalah anak yang menabraknya dan memarahinya didepan toko mainan kemarin.
"Kamu bisa jalan ga? kalo tidak bisa biar aku papah",kata Ana. Dewi menatap sebentar kearah Ana, lalu berkata,"Aku salah jajan tadi dan sekarang perutku seperti melilit, sakiiiit sekali,"kata Dewi,"Kamu mau bantu aku papah aku sampai ke rumahku?"tanya Dewi. Ana mengangguk sambil tersenyum.
Sampai di rumah Dewi, sang mama sudah menunggu"Aduh tante bersyukur sekali, ada kamu jadi bisa bantu antar Dewi ke rumah", kata mamanya Dewi. Ana cuma tersenyum manis. "HP Dewi tertinggal jadi dia tidak bisa kasih tahu tante dan minta dijemput, untung dia ketemu kamu ya." Sekali lagi Ana menjawab dengan senyuman. Lalu Dewi berkata,"Ana aku minta maaf waktu itu sudah marahi kamu dijalanan." Dewi pun menceritakan perihal kejadian kemarin, dan sang mama hanya tersenyum dan menasehati untuk tidak mengulangi lagi, Dewi pun mengangguk.

Esoknya di gubug Ana terdengar panggilan mbok Sumi,"Ana...Ana ayo bangun ada tamu mau ketemu kamu",kata mbok Sumi. Ana pun bangkit dengan mata masih sedikit mengantuk, dan ia melihat Dewi dan mamanya datang ke gubuknya dengan sebuah boneka kelinci merah jambu ditangannya. "Ini untukmu Ana, kau suka kan?"tanya Dewi.
Ana tidak bisa berkata-kata ia langsung memeluk Dewi dan meraih boneka idamannya. Hari itu telah tercipta sebuah persahabatan yang mengharukan.

Tidak ada komentar: